REVIEW BUKU-BUKU QUALITATIVE
A. IDENTITAS BUKU
1.
Buku pertama:
a.
Judul
Buku : Metode Penelitian Ilmu
Sosial (oendekatan kualitatif dan kuantitatif)
b.
Penulis : Muhammad Idrus
c.
Penerbit : PENERBIT ERLANGGA
d.
Tahun
Terbit : 2009
e.
Jumlah
halaman : 266
2.
Buku kedua:
a.
Judul
Buku : Qualitative Research For
Education: An Introduction to Theory and Methods.
b.
Penulis :
Robert C. Bogdan.
c.
Penerbit : Allyn and Bacon.
d.
Tahun
Terbit : 1982.
e.
Jumlah
halaman : 253
3.
Buku ketiga:
a.
Judul
Buku : Metodologi Penelitian
Kualitatif
b.
Penulis : M. djunaidi Ghony dan
Fauzan Almanshur
c.
Penerbit : AR-RUZZ MEDIA
d.
Tahun
Terbit : 2016
e.
Jumlah
halaman : 388
B. REVIEW
1.
Karakteristik Pendekatan Penelitian Kualitatif
Sebagaimana pendekatan lain, penelitian yang menggunakan pendekatan
kualitatif juga mempunyai karakteristik tersendiri. Adapun karakteristik yang
dimiliki oleh pendekatan penelitian kualitatif menurut beberapa ahli yang di
tulis oleh M. Idrus: 2009 dalam bukunya, adalah:
a.
Bersifat
Alamiah
Penelitian kualitatif berlangsung dalam situasi alamiah (Natural
Setting). Desain penelitian kualitatif bersifat alamiah, artinya peneliti
tidak nerusaha untuk memanipulasi situs (setting) pnelitian, ataupun
melakukan intervensi terhadap aktivitas subjek penelitian dengan memberikan treatment
(perlakuan) tertentu. Namun, Peneliti berusaha Untuk Memahami Fenomena yang
dirasakan subjek sebagaimana adanya (verstehen).
b.
Bersifat
Dinamis dan Berkembang
Terkait dengan situs alamiahnya, maka fenomena yang dilihat
peneliti bersifat dinamis dan berkembang. Untuk itu, seorang peneliti
kualitaatif harus tersu mengikuti subjek yang diteliti dalam kurun waktu yang
“cukup lama” agar dapat melihat perubahan atau perkembangan subjek. Hendaklah
dipahami bahwa dalam proses pengumpulan data, seorang peneliti kualitatif
janganlah terburu-buru untuk mengabil sebuah kesimpulan terhadap aktivitas
subjek yang sedang ditelitinya.
c.
Fokus
Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah sering di istilahkan
dengan fokus penelitian. Dari fokus ini biasanya diturunkan beberapa pertanyan
penelitian. Dalam penelitian kualitatif ada batas kajian penelitian yang
ditentukan oleh fokus penelitian. Maksudnya adalah penelitian kualitatif
menghendaki adanya batas dalam penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai
masalah penelitian sehingga seorang peneliti kualitatif dapat dengan mudah
menentukan data yang terkait dengan tema penelitian.
d.
Bersifat
Deskriptif
Penelitian kualitatif akan melakukan penggambaran secara
mendalamtentang situasi atau proses yang diteliti. Karena sifatnya ini,
penelitian kualitatif tidak berusaha untuk menguji hepotesis. Meski demikian,
bukan berarti penelitian ini tidak memiliki asumsi awal yang menjadi
permasalahan penelitian. Penelitian kualitatif tifak bermula dari keinginan
untuk memecahkan masalah yang terlebih dahulu dihipotesiskan. Tidak ada
hipotesis yang diajukan para peneliti kualitatif sehingga tidak ada upaya untuk
meguji hepotesis.
e.
Sasaran
Penelitian Berlaku Sebagai Subjek Penelitian
Istilah yang digunakan untuk menyebut subjek penelitian adalah informan, key informant. Sebagai subjek,
pada informan tidak diterapkan suatu perlakuan tertentu, tetapi yang
bersangkutan tetap menjalankan kehidupan kesehariannya seperti biasanya.
Dalam hal ini peneliti tidak mempegaruhi apa pun, dan menjadikan
informan sebagai seseorang yang paling mengetahui segalanya tentang informasi
yang ingin di dapat. Terkadang peneliti juga menemukan saat dimana merasa
informan yang ada tidak memberikan informasi yang cocok, sehingga kalau itu
terjadi lebih baik langsung mencari informan yang memenuhi kualifikasi.
f.
Data
Penelitian Bersifat Deskriptif
Data penelitian kualitatif berupa narasi cerita, penuturan
informan, dokumentasi-dokumentasi pribadi seperti foto, catatan pribadi /diary
(buku harian), perilaku, gerak tubuh, mimik, dan banyak hal lain yang tidak
didominasi angka-angka sebagaimana penelitian kuantitatif. Disini disebutkan
juga bahwa dalam penelitian kualitatif banyak data yang harus dihimpun,
termasuk menjelaskan mimik informan ketika sedang melakukan wawancara.
g.
Berfokus
Pada Proses dan Interaksi Subjek
Fokus utama penelitian kualitatif terletak pada proses dan
interaksi subjek, serta perilaku yang ditampilkannya. Kegiatan penelitian
kualitatif akan banyak mencandra dan mendeskripsikan bagaimana subjek dalam
berinteraksi dengan sekelilingnya terkait dengan tema penelitian. Dengan
begitu, segala aktivitas gerak, perilaku, sikap, ungkapan verbal maupun
nonverbal menjadi fokus peneliti. Pada sisi ini pendekatan kesejarahan tidak
dapat dipisahkan dari penelitian kualitatif.
h.
Subjek
Terbatas
Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah orang-orang yang
dianggap tahu dengan fenomena yang diteliti dan dipilih berdasarkan pada
kriteria yang disepakati peneliti sendiri sehingga subjeknya terbatas.
i.
Pemilihan
Subjek Dilakukan Secara Purposive
Dalam pnelitian kualitatif, pemilihan subjek seara acak (random)
akan dihindari.mereka yang terpilih merupakan orang-orang kunci (key person)
dan sumber data atas fenomena yang diteliti.
j.
Kontak
Personal Secara Langsung
Dalam proses pengumpulan data, terjadi kontak secara langsung
antara peneliti dengan subjek yang diteliti. Kegiatan lapangan merukan hal yang
utama dalam penelitian kualitatif. Dengan demikian, dalam proses pengambilan
datanya, peneliti mengembangkan hubungan personal langsung dengan orang-orang
yang diteliti.
k.
Human
Instrument
Pada penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan oleh
peneliti sendiri, yang diistilahkan sebagai human instrument atau key instrument.
l.
Mengutamakan
Data Langsung (First Hand)
Mengingat bahwa dalam penelitian kualitatif si peneliti sendiri
dapat terjun langsung untuk melakukan observasi ataupun wawancara, maka dalam
pengumpulan datanya peneliti akan berusaha untuk memperolah data dari sumber
informasi yang seharusnya. Artinya peneliti akan berusaha untuk mendapatkan
data secara langsung dari sumber asli (first hand), bukan dari sumber
kedua. Peneliti kualitatif hendaknya berusaha untuk melacak data yang diperoleh
dari sumber utama, tentunya sejauh yang dia mampu lakukan.
m.
Pengumpulan
Data Dengan Observasi Terlibat
Proses pengumpulan data
dilakukan dengan mengunakan observasu secara langsung dan ikut terlibat dalam
proses yang tengah dialami subjek penelitian. Namun perlu diingat dalam
penelitian ini, peneliti tidak boleh menonjolkan diri agar tidak dianggap orang
luar dan mengganggu kewajaran situasi.
n.
Hubungan
Antara Peneliti Dengan Informan Terjalin Akrab
Interaksi antara peneliti dengan subjek penelitian terjalin akrab
dan setara. Dalam penelitian kualitatif, terasa tidak ada jarak antara peneliti
dan orang yang diteliti.
o.
Perspektif
Holistik
Salah satu tujuan penelitian kualitatif adalah diperolehnya
pemahaman yang menyeluruh dan untuh tentang fenomena atau realitas yang
diteliti.
p.
Berorientasi
Pada Kasus Unik
Hendaklah dipahami bahwa suatu penelitian kualitatif yang baik akan
dapat menampilkan kedalaman dan detail suatu fenomena yang tengah diteliti
karena fokus penelitian kualitatif memang menyelidiki suatu kasus secara
mendalam. Kasus unik dalam hal ini bukan berarti kasus yang aneh, dalam artian
tidak seperti pada umumnya. Namun, dalam setiap fenomena yang tengah diteliti,
ada kasus-kasus tertentu yang sifatnya khas dan unik untuk situasi itu. Jadi,
unik di sini bukan berarti berbeda dengan kebanyakan, atau sesuatu yang tidak
umum dalam artian negatif, bukan itu maksudnya.
q.
Netralitas
Empatik
Salah satu kritik yang ditujukan pada pendekatan kualitatif adalah
adanya unsur subjektivitas, baik dari peneliti ataupun dari informan sehingga
kerap dianggap kurang ilmiah. Terminilogi ilmiah kerap didefinisikan dalam
kerangka objektivitas, yang dalam konteks perspektif positivistik-kuantitatif
dapat dicapai melalui distansi (adanya jarak) antara peneliti dengan objek
kajian yang ditelitinya. Distansi ini dianggap akan mempertahankan nuansa
“bebas nilai” atau polusi baik dari peneliti ataupun subjek penelitian. Karena
menyadari hal itu, Patton (1990) mengajukan istilah netralisasi empatik sebagai
pengganti istilah subjektivitas. Dalam konteks ini netralisasi mengacu pada
sikap peneliti terhadap subjek penelitiannya.
r.
Keabsahan
Data
Dalam penelitian kualitatif, hal tersebut dapat dicapai dengan
melakukan triangulasi data dan informan. Artinya peneliti harus melakukan
klarifikasi tentang hasil temuannya pada orang ketiga, atau pada orang yang
sama dalam waktu berbeda.
s.
Analisis
Data Dilakukan Secara Induktif
Analisis induktif dimulai dengan melakukan serangkaian observasi
khusus, yang kemudian akan memunculkan tema-tema atau kategori-kategori,serta
pola-pola hubungan di antara tema atau kategori yang telah dibuatnya.
t.
Kebenaran
Emik
Sisi kebenaran penelitian kualitatif terletak lebih pda sisi informan,
kenbenaran emik. Untuk itu, tujuan utama penelitian kualitatif adalah pemahaman yang mendalam (verstehen)
terhadap fenomena kehidupan masyarakat yang diteliti.
u.
Simpulan
Bersifat Subjektif
Penelitian kualitatif tidak bermaksud untuk melakukan generalisasi
atas kasus yang diteliti. Simpulan
analisis lebih bersifat subjektif. Mengingat sifatnya yang subjektif individual
emik, maka sebenarnya penelitian kualitatif tidak berusaha untuk menyimpulkan
atas kasus yang sedang ditelitinya.
v.
Bersifat
Lentur (Fleksibel)
Penelitian kualitatif memiliki sifat lentur karena proses
penggalian makna berjalan melalui proses yang berkesinambungan secara
kumulatif, dan bermuara pada pencapaian makna pada objek kajian. Karena sifat
lenturnya ini, dalam penelitian kualitatif sangat dimungkinkan terjadinya
proses perancangan ulang prosedur penelitian (re-design).
w.
Pentingnya
Makna Terdalam (Depth Meaning)
Makna-makna muncul ketika ditemukan berbagai simbol, artefak
perilaku, sikap, ataupun bahasa-bahasa nonverbal yang ada disekitar subjek
(informan). Pemaknaan akan semua itu haruslah dikembalikan pada konteks budaya
tempat berlangsungnya aktivitas tersebut.
x.
Proses
pengumopulan dan Analisis Data Secara Simultan
Dalam penelitian kualitatif dimungkinkan terjadi secara simultan
sesuai dengan konsep maju bertahap. Artinya, dalam sebuah penelitian
kualitatif, pengumpulan data dan analisis data dapat dilakukan secara bersamaan
dengan cara saat pengumpulan data dilakukan, saat itu pula dilakukan analisa
data dan reduksi data sehingga penelitian dapat data berikut yang diharapkan.
Sedangkan dalam buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen
(1982) menuliskan ada lima karakteristik, yaitu:
a.
Qualitative
research has the natural setting as the direct source of data and the
researcher is the key instrument.( Penelitian
kualitatif memiliki setting alami sebagai sumber data langsung dan peneliti
adalah instrumen kunci).
b.
Qualitative
research is descriptive.( Penelitian
kualitatif bersifat deskriptif).
c.
Qualitative
researhers are concerned with process rather than simply with aoutcomes or
products.( Peneliti kualitatif memperhatikan
proses daripada hanya dengan hasil atau produk).
d.
Qualitative
researchers tend to analyze their data inductively.( Peneliti kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif).
e.
Meaning,
is of essential concern to the qualitative opproach. (Makna, sangat penting
untuk pendekatan kualitatif).
Kemudian diambil juga karakteristik dari buku M. Djunaidi ghoy
& fauzan Almanshur: 2016 menulis dalam bukunya tentang karakteristik
penelitian kualitatif, yaitu sebagai berikut:
a.
Konteks
dan latar alamiah, penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan konteks
dan latar apa adanya atau alamiah, bukan melakukan eksperemen yang dikontrol
secara ketat atau memanipulasi variabel.
b.
Bertujuan
mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang suatu fenomena, penelitian
kualitatif betujuan mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai
masalah-masalah manusia dan sosial denan menginterprestasikan bagaimana subjek
memperoleh makna dari lingkungan sekelilingnya dan bagaimana makna tersebut
memengaruhi perilaku mereka, bukan mendeskripsikan bagian permukaaan suatu
realitas seperti yang dilakukan peneliti kuantitatif dengan positivisme.
c.
Keterlibatan
seara mendalam serta hubungan erat antara peneliti dengan subjek yang diteliti,
agar peneliti bisa mendapat pemahaman yang mendalam bagaimana subjek yang
diteliti memaknai realitas dan bagaimana makna tersebut memengaaruhi perilaku
subjek, peneliti perlu melakukan hubungan yang erat dengan subjek yang
diteliti. Untuk itu, kerap kali peneliti melakukan observasi terlibat.
d.
Teknik
pengumpulan data khas kualitatif, tanpa adanya perlakuan (treatment)
atau tanpa memanipulasi variabel, penelitian kualitatif tidak melakukan
perlakuan, tidak memanipulasi variabel, dan tidak pula menyusun definisi
variabel operasional.
e.
Adanya
penggalian nilai dari suatu perilaku, penelitian kualitatif berbeda dengan
penelitian kuantitatif yang sedapat mungkin terbebas dari nila-nilai tertentu,
seperti nila-nilai budaya, nilai-nilai sosial, dan lain sebagainya. Sebaliknya,
penelitian kualitatif justru menggali nilai yang terkandung dari suatu perilaku
dan memandang nilai-nilai yang dikandung oleh individu yang diteliti sebagai
suatu bagian penting yang tidak terpisahkan.
f.
Fleksibel,
penelitian kualitatif bersifat flrksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus pada
teknik pengumpulan data yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat
berubah di lapangan mengikuti dan menyesuaikan di lapangan, dan mengikuti
situasi dan perkembangan penelitian.
g.
Tingkat
akurasi data, tingkat akurasi data dalam penelitian kualitatif banyak
dipengaruhi oleh hubungan antara peneliti dengan subjek.
Dalam halaman
lain di buku yang sama juga dituliskan karakteristik penelitian kualitatif,
yaitu : (1) latar alami (2) manusia sebagai alat (3) metode kualitatif (4)
analisis data seara induktif (5) teori dari dasar (6) deskriptif (7) lebih
mementingkan proses dari pada hasil (8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus
(9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data (desain yang bersifat sementara
(11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.
2.
Jenis-Jenis Pendekatan Penelitian Kualitatif
Menurut yang ditulis M. Idrus: 2009 dalam bukunya, menyebutkan ada empat jenis
pendekatan penelitian kualitatif. Empat jenis yang dimaksud adalah studi kasus,
fenomenologi, etnometodologi, dan etnografi. Berikut sedikit penjelasan tentang
empat jenis tersebut:
a.
studi
kasus
Dalam pendekatan studi kasus, biasanya seorang peneliti akan
meneliti satu individu atau unit sosial tertentu seara lebih mendalam. Dengan
begitu peneliti berusaha untuk menemukan semua variabel penting yang terkait
dengan diri subjek yang diteliti. Selain itu, peneliti juga meneliti bagaimana
perkembangan diri subjek, penyebab terjadinya hal tersebut, perilaku keseharian
subjek, dan alasan perilaku itu dilakukan, serta bagaimana perilaku berubah dan
penyebab terjadi perubahan perilaku tersebut. karena banyaknya informasi yang
akan digali dalam penelitian dengan menggunakan studi kasus ini, dengan
sendirinya batas waktu yang dibutuhkan peneliti cukup lama.hal tersebut karena
peneliti harus mengumpulkan data tentang kondisi subjek masa kini, situasi yang
sama pada masa lalu, alasan-alasan mengapa situasi ataupun kondisi subjek
berubah, pengalaman subjek masa lalu, lingkungan sekitarnya, dan yang lebih
rumit adalah keterkaitan faktor-faktor tersebut antara satu sama lainnya.
b.
Fenomenologi
Penelitian dengan berlandaskan fenomenologi melihat objek
penelitian dalam satu konteks naturalnya. Artinya seorang peneliti kualitatif
yang menggunakan dasar fenomenologi melihat suatu peristiwa tidak secara
parsial, lepas dari konteks sosialnya karena satu fenomena yang sama dalam
situasi yang berbeda akan pula memiliki makna yang berbeda pula. Untuk itu,
dalam mengobservasi data di lapangan, seorang peneliti tidak dapat melepas
konteks atau situasi yang menyertainya. Dengan kalimat lain, Muhajir (1990) mengungkapkan
bahwa penelitian dengan menggunakan model fenomenologi menuntut bersatunya
subjek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. Dengan demikian,
metode penelitian berlandaskan fenomenologi mengakui adanya empat kebenaran,
yaitu: kebenaran empiris yang terindra, kebenaran empiris logis, kebenaran
empiris etik, dan kebenaran transendental.
c.
Etnometodologi
Prosedur penelitian etnometodologi berupa analisis perakapan dan
interaksi. Interaksi difokuskan pada detail percakapan yang memerlukan metode
kajian naturalistik, sedangkan perakapan yang terjadi secara alami direkam dan
dibuat catatan untuk diteliti secara mendetail. Adapun analisis dipusatkan pada
munculnya struktur percakapan, pengidentifikasian prinsip-prisnsip yang
mendasari percakapan, pengaturan pembicaraan yang bergantian, serta
praktik-praktik yang berhubungan dengan pembukaan dan penutupan percakapan.
d.
Etnografi
Ditengah kontroversi istilah tersebut,dalam praktiknya, etnografi
sebagai bentuk penelitian sosial memiliki karakteristik sebagai berikut.
1)
Sangat
menekankan pada penggalian alamiah fenomena sosial yang khusus dan tidak
dimaksudkan untuk menguji hepotesis.
2)
Endrung
bekerja dengan data yang terstruktur dan rancangan penelitiannya bersifat
terbuka.
3)
Peneliti
bertindak sebagai instrumen yang berupaya menggali data atau informasi yang
dibutuhkan terkait dengan fokus penelitian.
4)
Kasus
yang diteliti cendrung sedikit atau bahkan hanya satu kasus saja dan di kaji
secara mendalam (depth analysis).
5)
Analisis
data tentang makna dan fungsi perilaku manusia ditafsirkan secara eksplesit
dalam bentuk deskripsi dan penjelasan verbal.
6)
Tidak
menggunakan analisis statistik, naun tidak berarti menolak data yang berupa
angka-angka.
Sedangkan dalam
buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen (1982) yang saya pahami ada
lima pendekatn kualitatif, yaitu:
a.
Phenomenological
Approach.( Pendekatan fenomenologis).
b.
Symbolic
interaction.( Interaksi simbolis).
c.
Culture.(
Kultur).
d.
Ethnometodologi.(
Etnometologi).
e.
A
Story. (Cerita).
3.
Prosedur Penelitian Kualitatif
Dalam buku M. Idrus: 2009 tidak ditemukan prosedur
penelitian kualitatif secara khusus dijelaskan. Namun dalam buku tersebut
dijelaskan tentang rangkaian kegiatan penelitian, adapun rangkaian tersebut
meliputi penelitian dihadapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan, merumuskan
masalah, menetapkan hipotesis, mengumpulkan data untuk uji hipotesis, dan
menarik kesimpulan.
Sedangkan dalam buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen
(1982) ada dituliskan tentang research
design, yang mana meliputi:
a.
Choosing
a Study. (Memilih sebuah studi)
b.
Case
Stadies. (Studi kasus).
c.
Multi-Site
Studies. (Studi Multisite).
d.
Addition
Issue Related to design. (Penambahan Isu Terkait dengan disain).
e.
Concluding
Remark. (menyimpulkan Keterangan).
4.
Data Dalam Penelitian Kualitatif
Dalam buku M. Idrus: 2009 data adalah segala keterangan
(informasi) mengenai semua hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Dengan
demikian, tidak semua informasi atau keterangan merupakan data penelitian. Data
hanyalah sebagian saja dari informasi, yakni hanya hal-hal yang berkaitan
dengan penelitian.
Dalam penelitian kualitatif, data dapat diartikan sebagai fakta
atau informasi yang diperoleh dariaktor (sbjek penelitian, informan, pelaku),
aktivitas, dan tempat yang menjadi subjek penelitiannya. Dengan begitu, dalam
penelitian kualitatif informasi tentang materi yang sedang diteliti dapat
dilihat dari sisi:
a.
Aktor,
yaitu si pelaku aktivitas yang sedang diteliti dan memiliki peran dalam
penelitian;
b.
Aktivitas,
yaitu kegiatan yang tegah dan pernah dilakukan si aktor;
c.
Tempat,
yaitu lokasi berlangsungnya aktivitas yang dilakukan aktor pada waktu tertentu.
Data penelitian
kualitatif diperoleh dar hal-hal yang diamati, didengar, dirasa, dan dipikirkan
oleh peneliti. Tentu saja informasi-informasi itu selalu terkait dengan fokus
penelitian. Biasanya data tersebut berupa rekaman wawancara yang kemudian harus
ditranskipkan oleh peneliti dalam bentuk narasi. Data wawancara itu diperoleh
dari amatan peneliti melalui observasi yang dilakukannya. Dalam proses
penelitian kualitatif, observasi dilakukan dengan cara partisipatif ataupun nonpartisipatif. Beberpa data
penelitian kualitatif yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah:
a.
Catatan
lapangan;
b.
Sumber
data tertulis dan rekaman;
c.
Oral
history;
d.
Sejarah
hidup;
e.
Family
stories;
f.
Jurnal;
g.
Material
culture.
Sedangkan dalam buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen
(1982) data kualitatif tersebut meliputi:
a.
Fieldnote,
meliputi pembahasan the content o fieldnotes, the form of fieldnotes, the
process of writing fieldnotes, transcripts from taped interviews, dan
equipment. (Catatan lapangan, isi isi catatan lapangan, berupa fieldnotes,
proses penulisan catatan lapangan, transkrip dari wawancara rekaman, dan
peralatan).
b.
The
subjects’ written words (Kata-kata tertulis para subyek), meliputi pembahasan personal
documents dan official documents.
c.
Photography,
meliputi pembahasan tentang found photographs, researcher-produced photographs,
photographs as analysis, technique and equipment (menemukan foto, foto yang
diproduksi peneliti, foto sebagai analisis, teknik dan peralatan).
5.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam buku M. Idrus: 2009 dituliskan tentang alat
pengumpulan data, yang mana dalam sub pembahasannya memuat beberpa teknik
pengumpulan data. Teknik-teknik tersebut akan sedikit dijelaskan dalam review
berikut:
a.
Teknik
Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena
yang dilakukan secara sistematis. Penagamatan dapat dilakukan secara terlibat
(partisipatif) ataupun nonpartisipatif. Maksudnya, pengamatan terlibat
merupakan jenis pengamatan yang melibatkan peneliti dalam kegiatan orang yang
menjadi sasaran penelitian, tanpa mengakibatkan perubahan pada kegiatan atau
aktivitas yang bersangkutan dan tentu saja dalam hal ini peneliti tidak
menutupi dirinya selaku peneliti. Untuk menyempurnakan aktivitas pengamatan
partisipatif ini, peneliti harus mengikuti kegiatan keseharian yang dilakukan
informan dalam waktu tertentu, memerhatikan apa yang terjadi, mendengarkan apa
yang dikatakannya, mempertanyakan informasi yang menarik, dan mempelajari
dokumen yang dimiliki.
b.
Teknik
Wawancara
Model wawancara yang dapat dilakukan meliputi wawanara tak
berencana yang berfokus dan wawancara sambil lalu. Wawancara tak berencana
berfokus adalah pertanyaan yang diajukan seara tidak terstruktur, namun selalu
berpusat pada satu pokok masalah tertentu. Wawancara sambil lalu adalah
wawancara yang tertuju kepada orang-orang yang dipilih tanpa melalui seleksi
terlebih dahulu secara detail, tetapi dijumpai secara kebetulan
(Koentjaraningrat, 1986; Danandjaja, 1988).
c.
Focus
Group Discussion
Teknik lain yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengumpulan
data adalah focus group discussion (FGD, diskusi kelompok terfokus), FGD
dirancang untuk melakukan pengumpulan data dengan menggunakan sebuah
forum diskusi dengan tema-tema yang telah dipersiapkan sejak awal oleh peneliti. Tujuan utama diskusi terfokus
ini adalah mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang satu tema yag
dijadikan fokus penelitian. Mungkin saja dalam diskusi ini peneliti ingin menggali
informasi tentang apa yang sesungguhnya dipahama para informan terkait dengan
tema yang ingin ditelitinya.
d.
Human
Instrument
Dalam penelitian kualitatif dikenal istilah Human Instrument,
yang berarti dalam penelitian kualitatif si peneliti sendiri yang bertindak
selaku instrumen penelitian. Tentunya dalam posisi ini keterampilan mengambil
data sangat diperlukan oleh peneliti. Dengan begitu, erhasil atau tidaknya
penelitian ini lebih tergantung pada kemampuan peneliti dalam mengumpulkan
data.
Sedangkan dalam buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen
(1982) menjelaskan secara umum tentang teknik pengumpulan data, yaitu:
a.
Gaining
access (Mendapatkan akses).
b.
First
days in the field (Hari-hari pertama di lapangan).
c.
The
participant/observer continuum yang meliputi pembahasan tentang be discrete,
eduational setting in conflict, feelings, how long should an observation
session be?( Kontes peserta / pengamat yang
sedang membahas tentang diskrit, setting pendidikan dalam konflik, perasaan,
berapa lama sesi observasi?)
d.
Interviewing
(Wawancara).
e.
Photography
and fieldwork relations (Hubungan fotografi dan lapangan).
f.
Leaving
the field (Meninggalkan lapangan).
Kemudian diambil juga karakteristik dari buku M. Djunaidi ghoy
& fauzan Almanshur: 2016 menulis dalam bukunya tentang teknik
pengumpulan data, yaitu:
a.
Pengumpulann
data dengan observasi, metode observasi (pengamatan) merupakan sebuah teknik
pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal
yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu,
peristiwa, tujuan, dan perasaan.
b.
Pengumpulan
data dengan wawancara kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian kualitatif lebih menekankan pada teknik wawancara, khususnya
wawancara mendalam.
6.
Kehadiran Peneliti
Menurut Dr. Lexy J.
Moleong, M
dalam bukunya, sering terjadi peneliti lebih menghendaki suatu informasi
lebih sekedar mengamatinya. Ia barang kali ingin mengetahui apakah tanpa
kehadirannya para subjek berprilaku tetap atau
menjadi berbeda, dan sebagainya. Bogdan (1972:3) mendefinisikan secara
tepat pengamatan berperanserta sebagai peneliti yang bercirikan interaksi
sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dengan subjek dalam
lingkungan subjek, dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan
dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.
Menurut Dr. Afrizal, M. A, dalam
bukunya yaitu peneliti harus(1). Membangung hubungan baik dengan informan, (2).
sabar mendengarkan informan memberikan keterangan,(3). hargai para informan,
(4). melakukan probing(suatu aktivitas pewawancara untuk mendalami
informasi,(5). mengajukan pertanyaan struktural dan pertanyaan yang mendalami
hal-hal.
7.
Pengecekan Keabsahan Temuan
Salah satu syarat bagi analisis data adalah dimilikinya dta yang
valid reliabel. Untuk itu, dalam kegiatan penelitian kualitatif pun dilakukan
upaya validasi data. Objektivitas dan keabsahan data penelitian dilakukan
dengan melihat relebialitas validitas data yang diperoleh. Dengan mengacu pada
moleong (1994), untuk pembuktian validitas data ditentukan oleh kredibilitas
temuan dan interprestasinya dengan mengupayakan temuan dan penafsiran yang
dilakukan sesuai dengan kondisi yang senyatanya dan disetujui oleh subjek
penelitian (perspektif emik).
Agar dapat terpenuhinya validitas data dalam penelitian kualitatif,
dapat dilakukan dengan cara lain:
a.
Memperpanjang
observasi;
b.
Pengamatan
yang terus menerus;
c.
Triangulasi;
d.
Membicarakan
hasil temuan dengan orang lain;
e.
Menganalis
kasus negatif;
f.
Menggunakan
bahan referensi.
Kemudian diambil juga karakteristik dari buku M. Djunaidi ghoy
& fauzan Almanshur: 2016 menulis dalam bukunya tentang teknik
pemeriksaan keabsahan data, yang meliputi (1) perpanjangan keikut sertaan, (2)
ketekunan pengamatan (3) triangulasi, (4) pengecekan sejawat, (5) kecukupan
referensi (6) kajian kasus negatif, (7) pengecekan anggota, (8) uraian rinci,
(9) audit kebergantungan, (audit kepastian).
8.
Analisis Data
Dalam buku M. Idrus: 2009 membahas banyak poin dalam bab
analisis data kualitatif. Subbab yang dibahas adalah:
a.
Pengelolaan
Data
Proses penelitian kualitatif aka melibatkan data verbal yang
banyak, yang harus ditranskripkan, objek-objek, situasi, ataupun peristiwa
dengan aktor yang sama atau bahkan sama sekali berbeda. Biasanya data atau
sebutlah indormasi yang diterima oleh peneliti belum siap untuk dianalisis
sebab masih dalam bentuk kasar. Sebut saja misalnya, catatan lapangan yang
masih dalam coretan-coretan yang sulit untuk dibaca orang lain, rekaman yang
belum ditranskripkan (dibuat dalam naskah verbatim), foto-foto yang belum
dicetak, atau belum dikelompokkan. Kesemua itu perlu ditata, diedit,
diperbaiki, kemudian diketik ulang.
b.
Model
Analisis Interaktif Miles Dan Huberman
Dalam membahas tentang analisis data dalam penelitian kualitatif,
para ahli memiliki pendapat yang berbeda. Huberman dan Miles mengajukan model
analisis data yang disebutnya sebagai model interaktif . model
interaktif ini terdiri dari tiga hal utama, yaitu: (1) reduksi data; (2)
penyajia data (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Ketiga kegiatan tersebut
merupakan kegiatan yang jalin-menjalin pada saat sebelum, selama, dan sesudah
pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum yang
disebut analisis (Miles dan Huberman, 1992) .
c.
Analisis
Maju Bertahap James Spradley
Spradley (1980) mengajukan model lain dalam analisis penelitian
kualitatif, yang disebutnya dengan analisis maju bertahap yang terdiri dari:
(1) analisis domain; (2)analisis taksonomi; dan (3) analisis komponensial.
Analisis ini dilakukan bersamaan dengan mengumpulkan data. Hal yang menarik
dalam penelitian kualitatif adalah observasi terlibat, wawancar mendalam, dan
analisis saat itu juga dilakukan wawancara tahap tersebut. hasil observasi
serta wawancara ini dianalisis, kemudian hasil analisis ini digunakan untuk
mengadakan observasi dan wawancara pada tahap berikutnya.
Dengan mengambil model yang diajukan Spradley, fokus pengamatan
dilakukan terhadap tiga komponen utama, yaitu ruang (tempat), aktor (pelaku),
dan aktivitas (kegiatan). Adapun tahapan kegiatan tersebut meliputi: (1)
analisis domain; (2) analisis taksonomi; dan (3) analisis komponensial.
d.
Analisis
Domain
Tahap pertama, setelah dilakukan pengamatan dan wawancara
deskriptif, dilanjutkan dengan kegiatan analisis domain untuk mengetahui
domain yang tercakup dalam perilaku informan. Analisis domain adalah suatu
kategori pengertian budaya yang memasukkan kategori-kategori yang lebih kecil
lainnya. Domain-domain budaya dibentuk oleh tiga unsur, yaitu sebagai berikut.
1.
Cover
Term, merupakan istilah atau perilaku terselubung yang melekat pada subjek
penelitian, misalnya untuk domain budaya seperti dosen, mahasiswa, dan teman.
2.
Inluded
term, (istilah/bagian perilaku), yatu nama untuk seluruh kategori kecil yang
telah tercakup dalam domain. Misalnya dosen senior, mahasiswa berprestasi, dan
teman seagama.
3.
Semantic
Relationship, merupakan penghubung antara cover term dan included
term.
e.
Langkah
Analisis Domain
Untuk melaksanakan analisis domain dilakukan denga langkah berikut.
1.
Pilih
salah satu hubungan semantik.
2.
Siapkan
lembar analisis domain pertama.
3.
Pilih
salah satu sampel catatan lapangan, dari catatan lapangan yang dibuat terakhir.
4.
Cari
kemungkinan istilah/perilaku terselubung (cover term) dan istilah/bagian
perilaku (included term) yang sesuai dengan hubungan semantik dari
sampel catatan lapangan dan tulisan domain-domain yang ditemukan pada lembar
analisis domain yang kedua.
5.
Ulangi
usaha pencarian domain menggunakan seluruh hubungan semantik lainnya, lanjutkan
sampai diperoleh domain-domain yang diidentifikasikan.
6.
Buatlah
daftar domain yang ditemukan.
f.
Analisis
Taksonomi
Analisis taksonomi dimaksudkan untuk memperjelas istilah atau
bagian perilaku dalam domain khusus serta untuk menemukan bila dan bagaimanakah
istilah/bagian perilaku itu secara sistematis diorganisasikan atau
dihubung-hubungkan. Taksonomi terdiri atas istilah perserta (folk term)
atau istilah peneliti (analytic term) atau campuran keduanya.
g.
Langkah
Analisis Taksonomi
Para peneliti cenderung melakukan analisis taksonomi sebagai cara
perluasan dari analisis domain dalam suatu proses tunggal. Langkah analisis
taksonomi adalah sebagi berikut.
1.
Pilih
satu domain terlebih dahulu.
2.
Cari
kesamaan atas dasar hubungan semantik yang sama .
3.
Cari
tambahan istilah bagian.
4.
Cari
domain yang lebih besar dan lebih inklusif.
5.
Bentuk
taksonomi sementara.
6.
Adakan
pengamata terfokus untuk mengecek analisis yang telah dilkukan.
7.
Bangun
taksonomi secara lengkap.
h.
Analisis
Komponensial
Analisis komponensial adalah pencarian secara sistematis
atribut-atribut (komponen suatu pengertian) yang berhubungan dengan kategori
budaya, yakni dengna mengontraskan antarelemen dalam domain yang diperoleh dari
hasil pengamatan terseleksi dan wawancara kontras.
Pda bagian pembahasan tentang wawancara telah diungkap adanya dua
model pertanyaan kontras, yaitu: (1) pertanyaan kontras dyadic; (2)
pertanyaan kontras triadic.
i.
Langkah
Analisis Komponensial
Untuk melakukan analisis komponensial dilakukan dengan
langkah-langkah antara lain:
1.
Memilih
dan menentukan domain yang akan dianalisis;
2.
Menginventarisasikan
seluruh kontras (beda) yang ditemukan;
3.
Menyiapkan
dan membuat lembar paradigma/chart;
4.
Mengedentifikasi
dimensi kontras yang memiliki dua nilai;
5.
Menggabungkan
dimensi kontras yang saling berkaitan;
6.
Menyiapkan
pertanyaan kontras untuk ciri yang tidak ada;
7.
Mengadakan
observasi yag selektif untuk menemukan informasi yang hilang;
8.
Menyiapkan
lembar paradigma yang lengkap.
Selanjutnya,
dari hasil analisis komponensial ini dapat ditemukan suatu tema yang merupakan
deskripsi dari seluruh data yang diperoleh dan pada akhirnya akan menjawab
penelitian ini.
j.
Tema
Budaya
Tema budaya adalah prinsip-prinsip yang terdapat pada sejumlah
domain dan berfugsi sebagai hubungan antar-subsistem dari pengertian budaya.
Tema budaya biasanya dinyatakan dalam pernyataan yang tegas, yang dapat
dipercaya dan diterima sebagai sesuatu yang benar dan valid. Beberapa tema
biasanya terdiri dalam konteks yang sngat terbatas atau hanya pada kaitan
antara dua atau lebih domain.
Adapun atas tema itu sendiri, ada yang secara eksplisit tampak,
namun ada pula yang implisit. Tema eksplisit seperti ungkapan keseharian dan
pepatah; sedangkan tema yang implisit
(tersembunyi) biasanya tidak dinyatakan secara terbuka, tetapi diketahui
dan digunakan untuk mengorganisasikan perilaku orang.
k.
Langkah
Menentukan Tema Budaya
Cara yang dapat ditempuh untuk mnemukan tema budaya adalah dengan
melalui:
1.
Bergaul
dengan masyarakat selama proses penelitian berlangsung, dan mengikuti seluruh
prosesi budaya yang berlaku di lokasi penelitian;
2.
Menganalisis
istilah-istilah tersembunyi (cover term) dari seluruh domain yang
ditemukan;
3.
Melakukan
pencarian domain yang lebih luas, untuk memperoleh perspektif yang lebih luas;
4.
Menguji
dimensi-dimensi kontras yang ditemukan, kemudian melakukan pencarian kesamaan
antardomain pada seluruh domain yang hendak dianalisis;
5.
Mengidentifikasi
domain yang telahh terorganisasi;
6.
Membuat
skema tentang budaya setempat;
7.
Mencari
tema-tema yang universal.
l.
Contoh
Model Analisis Maju Bertahap
Dalam pembahasan ini penulis menacntumkan contoh tahapan analisis
dengan menggunakan model maju bertahap yang diambil dari Idrus (1997). Dari
contoh hanya akan diambil proses analisis dari domain hingga terbentuknya satu
tema.
m.
Generalisasi
Seperti
tela diungkapkan di muka, penelitian kualitatif tidak dapat melakukan generalisasi-dan memang pada dasarnya
tidak ditujukan untuk melakukan generalisasi atas kasus yang diteliti. Untuk itu, simpulan
atas penelitian kealitatif bersifat subjektif. Hal ini memang merupakan sifat
penelitian kualitatif yang memiliki pendekatan emik-kebenaran ada pada
si penutur /informan-bukan pendekatan etik-kebenaran ada pada peneliti.
Hanya saja harus pula dipahami bahwa hal itu bukan lalu berarti bahwa simpulan
yang dibuat jauh dari fokus dan pembahasan yang ada.
Sedangkan dalam
buku Robert C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen (1982) juga membahas tentang
data analysis yang meliputi pembahasan
a.
analysis
in the field (analisis di lapangan)
b.
more
on analysis on the field (lebih pada analisis di lapangan lebih pada analisis di lapangan)
c.
analysis
after data collection (analisis setelah pengumpulan data), yang meliputi developing coding categories dan the mechanics of
working with data (mengembangkan kategori pengkodean dan mekanika kerja dengan
data)
d.
a
concluding remark (sebuah kesimpulan).
Kemudian diambil juga karakteristik dari buku M. Djunaidi ghoy
& fauzan Almanshur: 2016 menulis dalam bukunya tentang analisis data.
Tahapan analisis data kualitatif dalam buku ini adalah sebagai berikut:
a.
membiasakan
diri dengan data melalui tinjauan pustaka, membaca, mendengar dan lain-lain
b.
transkip
wawancara dari perekaman,
c.
pengaturan
dan indeks data yang telah diidentifikasi,
d.
anonim
dari data yang sensitif,
e.
koding,
f.
identifikasi
tema,
g.
pengkodingan
ulang,
h.
pengembangan
kategori,
i.
eksplorasi
hubungan antara kategori,
j.
pegulangan
tema dan kategori,
k.
membangun
teori dan mebggabungkan pengetahuan yang sebelumnya.
l.
pengujian
data dengan teori lain,
m.
penulisan
laporan, termasuk dari data asli apabila tepat (seperti kutipan dari wawancara)
selanjutnya
ada juga tahapan analisis data kualitatif berikut.
a.
Membaca/mempelajarai
data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data,
b.
Mempelajari
kata-kata kunci, berupaya menemukan tema-tema yang berasal dari data,
c.
Menuliskan
“model” yang ditemukan,
d.
Koding
yang telah ditentukan.
C.
ANALISIS
Dari tiga buku
diatas ada sedikit analisis yang dapat dilakukan. Pertama, dalam isi dan
kandungan setiap buku yang tercantum diatas mempunyai banyak kesamaan disetiap
sub pembahasannya. Sehingga setiap buku dengan buku yag lain dapat saling
menguatkan teori yag telah ada.
Kedua, walau pun banyak memiliki persamaan dalam penulisannya, namun tidak
sedikit perbedaan yang terdapat dalam setiap poin pembahasannya. Pada poin-poin
tertentu buku pertama dengan buku lainnya memiliki jumlah pembagian yang
berbeda atau terkadang juga istilah penyebutan yang berbeda.
Ketiga, dalam semua buku yang ada ini tidak ditemukan secara gamblang
tentang kehadiran peneliti, sehingga dalam review ini tidak dituliskan
bagaimana kehadiran seorang peneliti, namun dalam sumber lain menyebutkan bahwa
peneliti adalah sebagai instrumen kunci, yang mana seorang peneliti harus
menyadari dirinya sebagi perencana, pengumpul, penganalisis data sekaligus yang
melaporkan hasil penelitian.
Komentar
Posting Komentar